Kamis, 31 Maret 2011

Karya Tulis Merupakan Ekspresi Diri Penulisnya

Karya Tulis Merupakan Ekspresi Diri Penulisnya
Berdasarkan pendapat Ibu Rosi Rosida yang menyatakan bahwa “suatu karya tulis merupakan hasil dari proses bernalar penulisnya.  Jadi tidak salah menilai seseorang dari karya tulisnya, sehingga kita bisa menilai seseorang dari tulisannya”.

Ilustrasi/Admin (shutterstock)Ketika kita menulis secara sadar, disadari, kurang disadari, tidak disadari, atau tidak sadar, nah ini repotnya ketidaksadaran kita, sebenarnya menulis mencerminkan siapa diri kita, meskipun tidak secara lengkap. Demikian pula ketika kita berbicara, diri kita terwakili dalam apa yang kita sampaikan! Dan inilah salah satu karakter yang tidak kita sadari dan kita munculkan lustrasi /Admin (shutterstock)
Menulis memang bukan merupakan pekerjaan mudah, tetapi ia bukan pekerjaan sulit. Dari tulisan yang paling sederhana, tulisan reportase, tulisan kajian, kajian ilmiah, atau bahkan sebuah penelitian membutuhkan referensi sebelumnya. Karya-karya ilmiah secara jelas dicantumkan berbagai bahan bacaan, kajian jelas kita cantumkan apa yang kita kaji, sementara reportasi kita mereferensi suatu peristiwa yang pernah kita amati. Menulsi tidak berada pada situasi hampa, ia memiliki muatan tergantung siapa kita! Belum lagi bagaimana kita mengungkapkannya
Apakah kita akan memerankan diri kita sendiri, menempatkan kita sebagai orang luar dari konteks (orang ketiga), atau apapun peran yang kita ambil. Banyak yang menyatakan kita sebaiknya berada sebagai orang pertama, tetapi tak jarang justru lebih enak bila kita beradadi dalamnya, tetapi bukan utama mewaili diri sebagai saya (misal tulisan ini, penulis menggukan kata ganti kita). Kita ada di dalamnya, tetapi sebenarnya mungkin kita tidak sedang dalam konteks atau masuk dalam konteks
Terserah penulis akan memerankan diri sebagai siapa! Sebenarnya tulisan adalah medium untuk melancarkan kita menyampaikan atau menuang gagasan-gagasan kita. Intinya, kita tidak terbelenggu oleh kaidah-kaidah yang kaku. Kekakuan akibat kaidah menjadi hambatan utama para penulis baru, karena ia takut salah, dan takut salah mengakibatkan ide awal tidak mengalir, karena ide awal tidak keluar/mengalir, maka ide-ide berikutnya akan tersumbat, akibatnya mungkin ide itu kembali hilang (lost idea), dan berhentilah kita dalam menulis.
Bebaskan diri dalam berucap, bertutus, dan menulis. Biarkan pikiran kita (air) mengalir kemana saja, kita akan membuka kanal-kanal pembebasan diri dan mengalirlah ide-ide atau apapun yang ingin kita tulis. Memang tidak mudah, tetapi mulailah. Mungkin kita akan menemukan banyak kesalahan, tidak apa diedit saja nanti. Dalam mengedit inilah terkadang banyak ide-ide baru muncul yang memperkaya tulisan kita, di samping itu kita bisa memperbaiki kualitas bahasa, pilihan kata (diksi), pola kalimat, dan elaborasi berbagai gagasan kita
Tulisan adalah cermin yang sedang kita pikirkan dan kita coba tuang dalam bentuk kata dan rangkaian kata, tentu akan mencerminkan bagaimana kualitas kita, bagaimana wujud kita, meskipun sedikit tersamar, karena memang adalah hal wajar seseorang menyamarkan, namun semakin banyak ia menulis semakin banyak pula ia membuka diri (kemampuannya). Penulis juga dalam tahapan ini, belajar menulis, belajar menjalin kata, belajar memilih kata, menjalin kata, memilih pola, bahkan terkadang tak terkoreksi secara baik.
Jangan takut membuka diri! Meskipun tulisan kita nantinya akan mencerminkan kita, jangan takut! Karena dengan apapun kita pasti akan tercermin, dan belum tentu cermin yang memantulkan kita menjadi cermin yang mampu memproyeksikan kita secara utuh. Toh, dalam menangkap cermin kita, seseorang telah memiliki persepsinya diri dan bahkan sering persepsi dia yang menipu dia, akibatnya pencerminana yang ditangkap orang akan terwarnai oleh persepsi orang penangkap cermin. Belum lagi bagaimana pengolahan orang dalam menerima stimulasi berupa pencerminan.
Jangan takut yang kedua! Pencerminan tulisan kita memang ditangkap orang lain, tetapi belum tentu yang anda cerminkan itu telah mewakili semuanya, atau bahkan pencerminan sebuah tulisan hanyalah satu titik bahkan belum menjadi bintik. Munkin sudah menjadi himpunan titik dan menjadi garis, tetapi mungkin belum menjadi ruas garis berbatas atau sinar garis yang belum berujung!
Menulislah apa yang kau pikirkan, itu wujud diri-wujud diri kecil yang masih sulit terbaca, apalagi pembaca yang mencari informasi bukan sedang membaca cermin! Dalam konteks karya, tulisan mencerminkan apa yang sedang kita pikirkan saat itu dan hanya saat itu, belum tentu ada rangkaian waktu atau terkait dengan konteks yang kompleks. Mungkin hanyalah titik konteks yang masih terpisah atau malah terpisahkan atau bahkan dipisahkan.
Dunia memang terjadi silang konteks, silang ilmu, silang situasi, silang kepentingan, maka terjadilah interkoneksi, interkorelasi, inter… dan inter lainnya. Namun, jangan takut, apa yang kita tulis hanyalah sebuah titik kecil yang belum berhias yang belum menggambarkan diri secara utuh. Dan tidak mudah menyimpulkan seseorang dari tulisannya, tetapi kalau interpretasi mungkin bagian yang tercapai namun sebuah nilai akan jauh dari interpretasi sebuah tulisan.
Ini hanyalah sebuah refleksi dari ketakutan orang menulis, karena ia takut diketahui siapa penulis itu! Dalam situasi belajar, Anda bisa menyamarkan tulisan, misal menjadi orang ke tiga, atau sebagai titipan tulisan, atau hanyalah pemaparan sebuah kisah yang tertangkap dari persepsi dan yang terolah oleh pemikiran kita!
Menulislah, karena ia merupakan aktualisasi diri Anda meskipun dalam skala yang masih sangat mini! Menulislah, itu sarana mewujudkan diri meskipun itu sebuah proses panjang yang belum berujung! Tetapi, tentu kita tidak akan pernah sampai ujung (atau bahkan senantiasa berada di ujung lainnya). Menulis adalah melangkah, meskipun langkah hanya setapak kita telah beranjak. Menulis adalah sebuah media ekspresi diri, meskipun bukan satu-satunya, karena masih banyak wahana ekspresi lain.

Sabtu, 12 Maret 2011

6 Makanan Penting untuk Warna Kulit Lebih Cerah

    Percuma saja menghabiskan ratusan ribu rupiah untuk produk pencerah kulit jika tak melakukan perawatan dari dalam. Dengan nutrisi yang baik, kulit jadi sehat dan otomatis terlihat lebih cerah. Makanan apa saja yang wajib dikonsumsi supaya kulit tak lagi gelap dan kusam?


1. Jeruk
    Semua jenis buah jeruk, termasuk jeruk bali, merupakan sumber vitamin C yang memiliki banyak manfaat untuk kulit. Vitamin C meningkatkan produksi kolagen dan elastin dalam tubuh kita, yang berfungsi untuk mengurangi kerutan dan menghambat penuaan kulit. Ia juga dipercaya dapat memperlambat produksi melanin, pigmen yang membuat kulit terlihat lebih gelap. Usahakan mengkonsumsi jeruk segar satu kali dalam sehari. Selain jeruk, tomat juga merupakan buah yang kaya vitamin C.

2. Sayuran berwarna merah dan hijau
    Bayam, wortel, brokoli, dan kawan-kawannya mengandung banyak beta-carotene yang berfungsi sebagai antioksidan untuk kulit. Selain mencegah kerusakan sel, beta-carotene juga akan diubah oleh tubuh menjadi vitamin A yang berguna untuk memerangi jerawa, memproduksi sel kulit baru, dan membuat warna kulit terlihat cerah dan muda. Akan lebih baik jika vitamin A kita dapatkan langsung dari makanan dan bukan dari suplemen vitamin, karena kelebihan vitamin A justru dapat mengganggu kesehatan kita.

3. Ikan
    Makhluk air ini kaya akan asam lemak Omega-3 yang merupakan resep utama untuk kulit yang cerah cemerlang. Selain itu, mengkonsumi sarden, tuna, atau salmon yang kaya protein dapat membantu melindungi kulit dari paparan sinar matahari dan polusi. Protein yang terkandung di dalamnya membantu reproduksi sel dan membuat kulit terlihat bercahaya.

4. Alpukat
   Alpukat adalah sumber vitamin E. Ia berguna untuk menghambat penuaan dan membersihkan kulit dari segala noda seperti bekas jerawat, flek hitam, dan masalah lain. Mengonsumsi alpukat secara teratur juga akan mencegah kulit menjadi kendur seiring bertambahnya usia.

5. Gandum
    Bisa didapat dalam bentuk sereal maupun roti, gandum mengandung biotin yang berfungsi membantu sel tubuh memproses lemak. Kekurangan biotin dapat menyebabkan kulit kering dan terlihat kusam.

6. Minyak zaitun
    Makanan paling sehat untuk kulit? Salad buah dan sayuran yang diperciki minyak zaitun sebagai penyedap. Minyak ini mengandung asam lemak yang esensial untuk membuat kulit terlihat cerah, bercahaya, dan sehat.

Minggu, 20 Februari 2011

Hakikat dan Konsep Dasar Kewirausahaan

Kewirausahaan pertama kali muncul pada abad 18 diawali dengan penemuan-penemuan baru seperti mesin uap, mesin pemintal, dll. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. Keuntungan dan kekayaan bukan tujuan utama.

Secara sederhana arti wirausahawan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti. (Kasmir, 2007 : 18).

Pengertian kewirausahaan relatif berbeda-beda antar para ahli/sumber acuan dengan titik berat perhatian atau penekanan yang berbeda-beda, diantaranya adalah penciptaan organisasi baru (Gartner, 1988), menjalankan kombinasi (kegiatan) yang baru (Schumpeter, 1934), ekplorasi berbagai peluang (Kirzner, 1973), menghadapi ketidakpastian (Knight, 1921), dan mendapatkan secara bersama faktor-faktor produksi (Say, 1803). Beberapa definisi tentang kewirausahaan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

Richard Cantillon (1775)
Kewirausahaan didefinisikan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi resiko atau ketidakpastian

Jean Baptista Say (1816)
Seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya.

Frank Knight (1921)
Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan
Joseph Schumpeter (1934)
Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk :
  1. memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru,
  2. memperkenalkan metoda produksi baru,
  3. membuka pasar yang baru (new market),
  4. Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru, atau
  5. menjalankan organisasi baru pada suatu industri. Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumber daya. Penrose (1963) Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.

Harvey Leibenstein (1968, 1979)
Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.

Israel Kirzner (1979)
Wirausahawan mengenali dan bertindak terhadap peluang pasar.

Entrepreneurship Center at Miami University of Ohio
Kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasila akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian.

Peter F. Drucker
Kewirausahaan merupakan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Pengertian ini mengandung maksud bahwa seorang wirausahan adalah orang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, berbeda dari yang lain. Atau mampu menciptakan sesuatu yang berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya.

Zimmerer
Kewirausahaan sebagai suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha).

Salah satu kesimpulan yang bisa ditarik dari berbagai pengertian tersebut adalah bahwa kewirausahaan dipandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluang-peluang yang muncul di pasar. Eksploitasi tersebut sebagian besar berhubungan dengan pengarahan dan atau kombinasi input yang produktif. Seorang wirausahawan selalu diharuskan menghadapi resiko atau peluang yang muncul, serta sering dikaitkan dengan tindakan yang kreatif dan innovatif. Wirausahawan adalah orang yang merubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi dan cara-cara baru.

Selain itu, seorang wirausahawan menjalankan peranan manajerial dalam kegiatannya, tetapi manajemen rutin pada operasi yang sedang berjalan tidak digolongkan sebagai kewirausahaan. Seorang individu mungkin menunjukkan fungsi kewirausahaan ketika membentuk sebuah organisasi, tetapi selanjutnya menjalankan fungsi manajerial tanpa menjalankan fungsi kewirausahaannya. Jadi kewirausahaan bisa bersifat sementara atau kondisional.

Kesimpulan lain dari kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi dan sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi. Istilah wirausaha muncul kemudian setelah dan sebagai padanan wiraswasta yang sejak awal sebagian orang masih kurang sreg dengan kata swasta.

Persepsi tentang wirausaha sama dengan wiraswasta sebagai padanan entrepreneur. Perbedaannya adalah pada penekanan pada kemandirian (swasta) pada wiraswasta dan pada usaha (bisnis) pada wirausaha. Istilah wirausaha kini makin banyak digunakan orang terutama karena memang penekanan pada segi bisnisnya. Walaupun demikian mengingat tantangan yang dihadapi oleh generasi muda pada saat ini banyak pada bidang lapangan kerja, maka pendidikan wiraswasta mengarah untuk survival dan kemandirian seharusnya lebih ditonjolkan.

      Sedikit perbedaan persepsi wirausaha dan wiraswasta harus dipahami, terutama oleh para pengajar agar arah dan tujuan pendidikan yang diberikan tidak salah. Jika yang diharapkan dari pendidikan yang diberikan adalah sosok atau individu yang lebih bermental baja atau dengan kata lain lebih memiliki kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasarn advirsity (AQ) yang berperan untuk hidup (menghadapi tantangan hidup dan kehidupan) maka pendidikan wiraswasta yang lebih tepat. Sebaliknya jika arah dan tujuan pendidikan adalah untuk menghasilkan sosok individu yang lebih lihai dalam bisnis atau uang, atau agar lebih memiliki kecerdasan finansial (FQ) maka yang lebih tepat adalah pendidikan wirausaha. Karena kedua aspek itu sama pentingnya, maka pendidikan yang diberikan sekarang lebih cenderung kedua aspek itu dengan menggunakan kata wirausaha. Persepsi wirausaha kini mencakup baik aspek finansial maupun personal, sosial, dan profesional (Soesarsono, 2002 : 48).

Hakekat Kewirausahaan

Anda tentu sering mendengar tentang kata “Wirausaha”, “Kewirausahaan” maupun “Wirausahawan” Apakah yang dimaksud dengan “Wirausaha”, “Kewirausahaan” maupun “Wirausahawan” tersebut? Dan apakah beda ketiga kata tersebut?

Wirausaha adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis; mengumpulkan sumber dayasumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih sukses.

Kewirausahaan pada hakekatnya adalah sifat, ciri dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif.

Sedangkan yang dimaksudkan dengan seorang Wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatankesempatan bisnis; mengumpulkan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat, mengambil keuntungan serta memiliki sifat, watak dan kemauan untuk mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif dalam rangka meraih sukses/meningkatkan pendapatan.

Intinya, seorang Wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki jiwa Wirausaha dan mengaplikasikan hakekat Kewirausahaan dalam hidupnya.

Orang-orang yang memiliki kreativitas dan inovasi yang tinggi dalam hidupnya. Secara epistimologis, sebenarnya kewirausahaan hakikatnya adalah suatu kemampuan dalam berpikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar, sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat dan kiat dalam menghadapi tantangan hidup. Seorang wirausahawan tidak hanya dapat berencana, berkata-kata tetapi juga berbuat, merealisasikan rencana-rencana dalam pikirannya ke dalam suatu tindakan yang berorientasi pada sukses. Maka dibutuhkan kreatifitas, yaitu pola pikir tentang sesuatu yang baru, serta inovasi, yaitu tindakan dalam melakukan sesuatu yang baru.

Beberapa konsep kewirausahaan seolah identik dengan kemampuan para wirausahawan dalam dunia usaha (business). Padahal, dalam kenyataannya, kewirausahaan tidak selalu identik dengan watak/ciri wirausahawan semata, karena sifat-sifat wirausahawan pun dimiliki oleh seorang yang bukan wirausahawan. Wirausaha mencakup semua aspek pekerjaan, baik karyawan swasta maupun pemerintahan (Soeparman Soemahamidjaja, 1980).

Wirausahawan adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide, dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang (opportunity) dan perbaikan (preparation) hidup (Prawirokusumo, 1997) Kewirausahaan (entrepreneurship) muncul apabila seseorang individu berani mengembangkan usaha-usaha dan ide-ide barunya. Proses kewirausahaan meliputi semua fungsi, aktivitas dan tindakan yang berhubungan dengan perolehan peluang dan penciptaan organisasi usaha (Suryana, 2001).

Esensi dari kewirausahaan adalah menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengkombinasian sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda agar dapat bersaing.

Menurut Zimmerer (1996:51), nilai tambah tersebut dapat diciptakan melalui cara-cara sebagai berikut:
  • Pengembangan teknologi baru (developing new technology)
  • Penemuan pengetahuan baru (discovering new knowledge)
  • Perbaikan produk (barang dan jasa) yang sudah ada (improving existing products or services)
  • Penemuan cara-cara yang berbeda untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit (finding different ways of providing more goods and services with fewer resources)
Walaupun di antara para ahli ada yang lebih menekankan kewirausahaan pada peran pengusaha kecil, namun sifat inipun sebenarnya dimiliki oleh orang-orang yang berprofesi di luar wirausahawan. Jiwa kewirausahaan ada pada setiap orang yang menyukai perubahan, pembaharuan, kemajuan dan tantangan, apapun profesinya.

Dengan demikian, ada enam hakekat pentingnya Kewirausahaan, yaitu :
  • Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses dan hasil bisnis (Ahmad Sanusi, 1994)
  • Kewirausahaan adalah suatu nilai yang dibutuhkan untuk memulai sebuah usaha dan mengembangkan usaha (Soeharto Prawiro, 1997)
  • Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (kreatif) dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam memberikan nilai lebih.
  • Kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (Drucker, 1959)
  • Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreatifitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan usaha (Zimmerer, 1996)
  • Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan.

13 hal yang disuka pria dari wanita

    Cinta adalah fitrah manusia. Cinta juga salah satu bentuk kesempurnaan penciptaan yang Allah berikan kepada manusia. Allah menghiasi hati manusia dengan perasaan cinta pada banyak hal. Salah satunya cinta seorang lelaki kepada seorang wanita, demikian juga sebaliknya.
    Rasa cinta bisa menjadi anugerah jika luapkan sesuai dengan bingkai nilai-nilai ilahiyah. Namun, perasaan cinta dapat membawa manusia ke jurang kenistaan bila diumbar demi kesenangan semata dan dikendalikan nafsu liar.
    Islam sebagai syariat yang sempurna, memberi koridor bagi penyaluran fitrah ini. Apalagi cinta yang kuat adalah salah satu energi yang bisa melanggengkan hubungan seorang pria dan wanita dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. Karena itu, seorang pria shalih tidak asal dapat dalam memilih wanita untuk dijadikan pendamping hidupnya.
 
Ada banyak faktor yang bisa menjadi sebab munculnya rasa cinta seorang pria kepada wanita untuk diperistri. Setidak-tidaknya seperti di bawah ini  :

01. Karena akidahnya yang Shahih
      Keluarga adalah salah satu benteng akidah. Sebagai benteng akidah, keluarga harus benar-benar kokoh dan tidak bisa ditembus. Jika rapuh, maka rusaklah segala-galanya dan seluruh anggota keluarga tidak mungkin selamat dunia-akhirat. Dan faktor penting yang bisa membantu seorang lelaki menjaga kekokohan benteng rumah tangganya adalah istri shalihah yang berakidah shahih serta paham betul akan peran dan fungsinya sebagai madrasah bagi calon pemimpin umat generasi mendatang.
Allah menekankah hal ini dalam firmanNya, “Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (Al-Baqarah: 221)

02. Karena paham agama dan mengamalkannya
       Ada banyak hal yang membuat seorang lelaki mencintai wanita. Ada yang karena kemolekannya semata. Ada juga karena status sosialnya. Tidak sedikit lelaki menikahi wanita karena wanita itu kaya. Tapi, kata Rasulullah yang beruntung adalah lelaki yang mendapatkan wanita yang faqih dalam urusan agamanya. Itulah wanita dambaan yang lelaki shalih.
      Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, “Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka, ambillah wanita yang memiliki agama (wanita shalihah), kamu akan beruntung.” (Bukhari dan Muslim)
      Rasulullah saw. juga menegaskan, “Dunia adalah perhiasan, dan perhiasan dunia yang paling baik adalah wanita yang shalihah.” (Muslim, Ibnu Majah, dan Nasa’i).
Jadi, hanya lelaki yang tidak berakal yang tidak mencintai wanita shalihah.

03. Dari keturunan yang baik
      Rasulullah saw. mewanti-wanti kaum lelaki yang shalih untuk tidak asal menikahi wanita. “Jauhilah rumput hijau sampah!” Mereka bertanya, “Apakah rumput hijau sampah itu, ya Rasulullah?” Nabi menjawab, “Wanita yang baik tetapi tinggal di tempat yang buruk.” (Daruquthni, Askari, dan Ibnu ‘Adi)
     Karena itu Rasulullah saw. memberi tuntunan kepada kaum lelaki yang beriman untuk selektif dalam mencari istri. Bukan saja harus mencari wanita yang tinggal di tempat yang baik, tapi juga yang punya paman dan saudara-saudara yang baik kualitasnya. “Pilihlah yang terbaik untuk nutfah-nutfah kalian, dan nikahilah orang-orang yang sepadan (wanita-wanita) dan nikahilah (wanita-wanitamu) kepada mereka (laki-laki yang sepadan),” kata Rasulullah. (Ibnu Majah, Daruquthni, Hakim, dan Baihaqi).
     “Carilah tempat-tempat yang cukup baik untuk benih kamu, karena seorang lelaki itu mungkin menyerupai paman-pamannya,” begitu perintah Rasulullah saw. lagi. “Nikahilah di dalam “kamar” yang shalih, karena perangai orang tua (keturunan) itu menurun kepada anak.” (Ibnu ‘Adi)
    Karena itu, Utsman bin Abi Al-’Ash Ats-Tsaqafi menasihati anak-anaknya agar memilih benih yang baik dan menghindari keturunan yang jelek. “Wahai anakku, orang menikah itu laksana orang menanam. Karena itu hendaklah seseorang melihat dulu tempat penanamannya. Keturunan yang jelek itu jarang sekali melahirkan (anak), maka pilihlah yang baik meskipun agak lama.”

04. Masih gadis
     Siapapun tahu, gadis yang belum pernah dinikahi masih punya sifat-sifat alami seorang wanita. Penuh rasa malu, manis dalam berbahasa dan bertutur, manja, takut berbuat khianat, dan tidak pernah ada ikatan perasaan dalam hatinya. Cinta dari seorang gadis lebih murni karena tidak pernah dibagi dengan orang lain, kecuali suaminya.
    Karena itu, Rasulullah saw. menganjurkan menikah dengan gadis. “Hendaklah kalian menikah dengan gadis, karena mereka lebih manis tutur katanya, lebih mudah mempunyai keturunan, lebih sedikit kamarnya dan lebih mudah menerima yang sedikit,” begitu sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Baihaqi.
    Tentang hal ini A’isyah pernah menanyakan langsung ke Rasulullah saw. “Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika engkau turun di sebuah lembah lalu pada lembah itu ada pohon yang belum pernah digembalai, dan ada pula pohon yang sudah pernah digembalai; di manakah engkau akan menggembalakan untamu?” Nabi menjawab, “Pada yang belum pernah digembalai.” Lalu A’isyah berkata, “Itulah aku.”
    Menikahi gadis perawan akan melahirkan cinta yang kuat dan mengukuhkan pertahanan dan kesucian. Namun, dalam kondisi tertentu menikahi janda kadang lebih baik daripada menikahi seorang gadis. Ini terjadi pada kasus seorang sahabat bernama Jabir.
    Rasulullah saw. sepulang dari Perang Dzat al-Riqa bertanya Jabir, “Ya Jabir, apakah engkau sudah menikah?” Jabir menjawab, “Sudah, ya Rasulullah.” Beliau bertanya, “Janda atau perawan?” Jabir menjawab, “Janda.” Beliau bersabda, “Kenapa tidak gadis yang engkau dapat saling mesra bersamanya?” Jabir menjawab, “Ya Rasulullah, sesungguhnya ayahku telah gugur di medan Uhud dan meninggalkan tujuh anak perempuan. Karena itu aku menikahi wanita yang dapat mengurus mereka.” Nabi bersabda, “Engkau benar, insya Allah.”

05. Sehat jasmani dan penyayang
     Sahabat Ma’qal bin Yasar berkata, “Seorang lelaki datang menghadap Nabi saw. seraya berkata, “Sesungguhnya aku mendapati seorang wanita yang baik dan cantik, namun ia tidak bisa melahirkan. Apa sebaiknya aku menikahinya?” Beliau menjawab, “Jangan.” Selanjutnya ia pun menghadap Nabi saw. untuk kedua kalinya, dan ternyata Nabi saw. tetap mencegahnya. Kemudian ia pun datang untuk ketiga kalinya, lalu Nabi saw. bersabda, “Nikahilah wanita yang banyak anak, karena sesungguhnya aku akan membanggakan banyaknya jumlah kalian di hadapan umat-umat lain.” (Abu Dawud dan Nasa’i).
     Karena itu, Rasulullah menegaskan, “Nikahilah wanita-wanita yang subur dan penyayang. Karena sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya kalian dari umat lain.” (Abu Daud dan An-Nasa’i)

06. Berakhlak mulia
     Abu Hasan Al-Mawardi dalam Kitab Nasihat Al-Muluk mengutip perkataan Umar bin Khattab tentang memilih istri baik merupakan hak anak atas ayahnya, “Hak seorang anak yang pertama-tama adalah mendapatkan seorang ibu yang sesuai dengan pilihannya, memilih wanita yang akan melahirkannya. Yaitu seorang wanita yang mempunyai kecantikan, mulia, beragama, menjaga kesuciannya, pandai mengatur urusan rumah tangga, berakhlak mulia, mempunyai mentalitas yang baik dan sempurna serta mematuhi suaminya dalam segala keadaan.”

07. Lemah-lembut
     Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari A’isyah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Wahai A’isyah, bersikap lemah lembutlah, karena sesungguhnya Allah itu jika menghendaki kebaikan kepada sebuah keluarga, maka Allah menunjukkan mereka kepada sifat lembah lembut ini.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Jika Allah menghendaki suatu kebaikan pada sebuah keluarga, maka Allah memasukkan sifat lemah lembut ke dalam diri mereka.”

08. Menyejukkan pandangan
      Rasulullah saw. bersabda, “Tidakkah mau aku kabarkan kepada kalian tentang sesuatu yang paling baik dari seorang wanita? (Yaitu) wanita shalihah adalah wanita yang jika dilihat oleh suaminya menyenangkan, jika diperintah ia mentaatinya, dan jika suaminya meninggalkannya ia menjaga diri dan harta suaminya.” (Abu daud dan An-Nasa’i)
     “Sesungguhnya sebaik-baik wanitamu adalah yang beranak, besar cintanya, pemegang rahasia, berjiwa tegar terhadap keluarganya, patuh terhadap suaminya, pesolek bagi suaminya, menjaga diri terhadap lelaki lain, taat kepada ucapan dan perintah suaminya dan bila berdua dengan suami dia pasrahkan dirinya kepada kehendak suaminya serta tidak berlaku seolah seperti lelaki terhadap suaminya,” begitu kata Rasulullah saw. lagi.
     Maka tak heran jika Asma’ binti Kharijah mewasiatkan beberapa hal kepada putrinya yang hendak menikah. “Engkau akan keluar dari kehidupan yang di dalamnya tidak terdapat keturunan. Engkau akan pergi ke tempat tidur, di mana kami tidak mengenalinya dan teman yang belum tentu menyayangimu. Jadilah kamu seperti bumi bagi suamimu, maka ia laksana langit. Jadilah kamu seperti tanah yang datar baginya, maka ia akan menjadi penyangga bagimu. Jadilah kamu di hadapannya seperti budah perempuan, maka ia akan menjadi seorang hamba bagimu. Janganlah kamu menutupi diri darinya, akibatnya ia bisa melemparmu. Jangan pula kamu menjauhinya yang bisa mengakibatkan ia melupakanmu. Jika ia mendekat kepadamu, maka kamu harus lebih mengakrabinya. Jika ia menjauh, maka hendaklah kamu menjauh darinya. Janganlah kami menilainya kecuali dalam hal-hal yang baik saja. Dan janganlah kamu mendengarkannya kecuali kamu menyimak dengan baik dan jangan kamu melihatnya kecuali dengan pandangan yang menyejukan.”

09. Realistis dalam menuntut hak dan melaksanakan kewajiban
      Salah satu sifat terpuji seorang wanita yang patut dicintai seorang lelaki shalih adalah qana’ah. Bukan saja qana’ah atas segala ketentuan yang Allah tetapkan dalam Al-Qur’an, tetapi juga qana’ah dalam menerima pemberian suami. “Sebaik-baik istri adalah apabila diberi, dia bersyukur; dan bila tak diberi, dia bersabar. Engkau senang bisa memandangnya dan dia taat bila engkau menyuruhnya.” Karena itu tak heran jika acapkali melepas suaminya di depan pintu untuk pergi mencari rezeki, mereka berkata, “Jangan engkau mencari nafkah dari barang yang haram, karena kami masih sanggup menahan lapar, tapi kami tidak sanggup menahan panasnya api jahanam.”
      Kata Rasulullah, “Istri yang paling berkah adalah yang paling sedikit biayanya.” (Ahmad, Al-Hakim, dan Baihaqi dari A’isyah r.a.)
     Tapi, “Para wanita mempunyai hak sebagaimana mereka mempunyai kewajiban menurut kepantasan dan kewajaran,” begitu firman Allah swt. di surah Al-Baqarah ayat 228. Pelayanan yang diberikan seorang istri sebanding dengan jaminan dan nafkah yang diberikan suaminya. Ini perintah Allah kepada para suami, “Berilah tempat tinggal bagi perempuan-perempuan seperti yang kau tempati. Jangan kamu sakiti mereka dengan maksud menekan.” (At-Thalaq: 6)

10. Menolong suami dan mendorong keluarga untuk bertakwa
      Istri yang shalihah adalah harta simpanan yang sesungguhnya yang bisa kita jadikan tabungan di dunia dan akhirat. Iman Tirmidzi meriwayatkan bahwa sahabat Tsauban mengatakan, “Ketika turun ayat ‘walladzina yaknizuna… (orang yang menyimpan emas dan perak serta tidak menafkahkannya di jalan Allah), kami sedang bersama Rasulullah saw. dalam suatu perjalanan. Lalu, sebagian dari sahabat berkata, “Ayat ini turun mengenai emas dan perak. Andaikan kami tahu ada harta yang lebih baik, tentu akan kami ambil”. Rasulullah saw. kemudian bersabda, “Yang lebih utama lagi adalah lidah yang berdzikir, hati yang bersyukur, dan istri shalihah yang akan membantu seorang mukmin untuk memelihara keimanannya.”

11. Mengerti kelebihan dan kekurangan suaminya
     Nailah binti Al-Fafishah Al-Kalbiyah adalah seorang gadis muda yang dinikahkan keluarganya dengan Utsman bin Affan yang berusia sekitar 80 tahun. Ketika itu Utsman bertanya, “Apakah kamu senang dengan ketuaanku ini?” “Saya adalah wanita yang menyukai lelaki dengan ketuaannya,” jawab Nailah. “Tapi ketuaanku ini terlalu renta.” Nailah menjawab, “Engkau telah habiskan masa mudamu bersama Rasulullah saw. dan itu lebih aku sukai dari segala-galanya.”

12. Pandai bersyukur kepada suami
      Rasulullah saw. bersabda, “Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur (berterima kasih) kepada suaminya, sedang ia sangat membutuhkannya.” (An-Nasa’i).

13. Cerdas dan bijak dalam menyampaikan pendapat
     Siapa yang tidak suka dengan wanita bijak seperti Ummu Salamah? Setelah Perjanjian Hudhaibiyah ditandatangani, Rasulullah saw. memerintahkan para sahabat untuk bertahallul, menyembelih kambing, dan bercukur, lalu menyiapkan onta untuk kembali pulang ke Madinah. Tetapi, para sabahat tidak merespon perintah itu karena kecewa dengan isi perjanjian yang sepertinya merugikan pihak kaum muslimin.

      Rasulullah saw. menemui Ummu Salamah dan berkata, “Orang Islam telah rusak, wahai Ummu Salamah. Aku memerintahkan mereka, tetapi mereka tidak mau mengikuti.”
Dengan kecerdasan dalam menganalisis kejadian, Ummu Salamah mengungkapkan pendapatnya dengan fasih dan bijak, “Ya Rasulullah, di hadapan mereka Rasul merupakan contoh dan teladan yang baik. Keluarlah Rasul, temui mereka, sembelihlah kambing, dan bercukurlah. Aku tidak ragu bahwa mereka akan mengikuti Rasul dan meniru apa yang Rasul kerjakan.”
      Subhanallah, Ummu Salamah benar. Rasulullah keluar, bercukur, menyembelih kambing, dan melepas baju ihram. Para sahabat meniru apa yang Rasulullah kerjakan. Inilah berkah dari wanita cerdas lagi bijak dalam menyampaikan pendapat. Wanita seperti inilah yang patut mendapat cinta dari seorang lelaki yang shalih.

25 Hal Yang Disuka Wanita Dari Pria

Mungkin hal ini perlu Anda ketahui bagi para cowok, walaupun memang tidak sepenuhnya tepat, karena selera setiap wanita tentunya berbeda-beda, tetapi ada hal yang disukai oleh wanita pada umumnya seperti pada artikel berikut. Artikel ini sengaja saya copas dari sebuah situs agar sobat tahu juga.hehe, semoga bermanfaat.

Terkadang sangatlah sulit untuk mengerti sebagian dari kejiwaan para wanita. Terutama cara mereka bertingkah dan bahkan apa yang mereka pikirkan juga merupakan sebuah misteri bagi mereka sendiri. Namun, walau sebagaimana aneh dan susah terjelaskannya seorang wanita, tidaklah begitu sulit untuk mengambil daftar perlakuan seorang pria yang dapat dengan mudah mereka suka. Semua hal-hal kecil tersebut digabungkan bisa menjadikan anda sang “pria sempurna”, pria idaman mereka. Berikut ini tidak dalam urutan yang khusus.
Seorang pria sempurna adalah…
1. Romantis & Masuk akal : Anda bisa menjadi pria tertangguh, namun juga harus bisa seperti ini.
2. Percaya diri
3. Tangguh & Kuat : Tidak hanya soal otot, tetatpi juga cara anda bicara dan bergerak.
4. Berlatih dan hebat dalam olahraga
5. Berjiwa petualang : Jangan pernah berhenti merencanakan sesuatu yang baru, selalu sedikit gila
6. Tahu cara berpakaian : Selalu terlihat menarik dan memiliki keberanian untuk tampil nyeleneh
7. Sangat bergaul : Semua orang menyukai anda dan memiliki banyak teman
8. Memasak : Masakan Italy, Prancis, Amerika… tidak banyak pria yang bisa
9. Membuat desserts : Sebenarnya ini lebih penting dan inilah yang paling disuka wanita
10. Penari handal : Salsa, Tango, Ballroom… adalah hal termudah untuk mendapatkan wanita
11. Memiliki keahlian yang keren : Pernah berpikir tentang Sulap, Origami?
12. Sukses secara ekonomi
13. Membuatnya tertawa
14. Bermain musik : Gitar adalah yang klasik, namun bisa juga instrumen lainnya
15. Terlihat luar biasa : Saya tahu ini adalah genetic, tetapi kita bisa usahakan sedikit
16. Menyukai dan mengerti Seni : Lukisan, literature, sinema, dan seterusnya.
17. Tahu cara menyampaikan cerita dan anekdot
18. Memberinya bunga : Hal ini tidak pernah menjadi kuno, tapi jangan terlalu berlebihan
19. Memiliki tata karma : Etika akan selalu penting
20. Selalu dalam mood yang baik : Sulit namun bisa dilakukan
21. Inspirasi : Wanita memang tidak pernah melupakan pria pertamanya. Tetapi mereka juga tidak akan 
      melupakan siapa yang menginspirasikan mereka untuk merubah hidup mereka
22. Dapat bertahan dari tekanan sosial
23. Seorang pria yang mendunia : Berbicara bahasa lain dan suka bepergian, memiliki pengalaman berbicara 
      untuk seumur hidup
24. Berambisi sepenuhnya
25. Handal di tempat tidur

Sabtu, 19 Februari 2011

Tips Make up Natural Untuk Remaja

MAKE UP NATURAL yang tepat tentu membuat seorang gadis remaja terlihat cantik dan menarik. Tapi kalau salah, penampilan mereka terlihat berlebihan. Bahkan bisa berantakan.

Orang sebetulnya tak perlu menggunakan make up yang tebal dan berlebihan. Apalagi bagi yang remaja putri kayak kita ni. pake Yang natural saja. Make up natural adalah make up berwarna lembut, seperti cokelat, krem, pink, dan oranye. Make upmake up yang tebal dan berlebihan. Meskipun ia ingin menghadiri suatu acara. Make up seperti itu cocok untuk remaja. Dengan demikian, mereka tak perlu menggunkan beraneka macam warna2 ngejreng, yang jika salah pemilihan warnanya, malah bisa bikin kita kayak badut.

Hal penting yang harus diperhatikan adalah karakter wajah. Jika karakter wajah keras dan tegas, sebaiknya hindari warna-warna eye shadow yang terang dan shading yang banyak. Lebih baik, gunakan warna yang sangat soft untuk melembutkan karakter dari wajahnya yang tegas. Selain itu, mesti diperhatikan juga bahan kosmetik. Kosmetik yang mengandung bahan kimia yang keras akan mengiritasi kulit.

Berikut ini tahap-tahapnya:

Concealer
Setelah itu, tambahkan concealer yang warnanya setingkat lebih terang daripada warna kulit. Oleskan concealer di bawah mata atau di atas noda.

Foundation
Gunakan foundation yang setingkat di bawah warna kulit. Ada cara khusus untuk mendapatkan warna foundation yang tepat yaitu dengan cara mengoleskan foundation pada pipi dan mengetesnya di bawah sinar lampu.

Bedak padat
Bedak dapat membuat kulit terlihat tidak mengkilat karena minyak atau karena foundation. Untuk kulit berminyak, hindari bedak yang padat karena bedak padat mengandung minyak yang tinggi. Sebaiknya bedak padat diganti dengan bedak tabur.

Eyeshadow
Warna eyeshadow terang berguna untuk highlight dan yang gelap berguna sebagai bayangan mata. Untuk remaja, pada bagian kelopak mata dapat digunakan warna-warna eyeshadow yang soft seperti cokelat atau krem. Cara memakainya pun cukup mudah. Oleskan eye shadow berwarna cokelat pada seluruh kelopak mata, mulai dari ujung mata bagian dalam, lalu oleskan warna gelap di bagian atasnya sebagai bayangan. Pada bagian tulang alis, dapat dioleskan warna terang sebagai highlight. Kemudian ratakan dengan kuas eyeshadow.

Eyeliner
Eyeliner berfungsi membingkai mata. Gunakan eyeliner pada bagian atas dan bawah mata. Dapat juga digunakan eyeliner berwarna putih untuk bagian bawah mata. Gunakan eyeliner pada bagian atas mata, dimulai dari bagian dalam hingga bagian luar, dan usahakan agar eyeliner tidak terputus. Gunakan selalu eyeliner waterproof supaya tidak luntur jika terkena air mata atau keringat.

Maskara
Sebelum memakai maskara, jepit bulu mata dengan penjepit bulu mata, tahan selama beberapa detik, kemudian oleskan maskara mulai dari bagian tengah bulu mata, lalu pada bagian bawah dan ke atas secara zig-zag untuk mendapatkan hasil yang natural.

Blush on
Blush on memberikan warna pada bagian pipi. Atau memberikan rona segar pada bagian wajah. Warna blush on untuk remaja harus senatural mungkin. Yang warna kulitnya putih atau terang, gunakan blush on yang lebih terang, seperti warna pink muda. Sedangkan yang memiliki kulit cenderung gelap, pilih warna pink gelap atau kecokelatan.

Lipstik
Pilih warna lipstik yang sesuai dengan warna kulit. Untuk yang memiliki kulit putih, pilih warna pink dan warna peach. Yang memiliki kulit cenderung kuning dapat memilih lipstik warna cokelat dan oranye bata. Yang memiliki kulit cokelat dapat memilih lipstik warna bronze dan orange gelap. Dan yang berkulit gelap dapat menggunakan lipstik berwarna plum dan merah.